Sebelum liburan semester lalu, gw ngikut tes asisten... Emang udah niat banget dari semester pertama buat jadi asisten mata kuliah Kristalografi dan Mineralogi. Gw belajar banget buat tesnya. Ga mudah mempelajari materi yang udah tahun ga gw sentuh, walau dulu gw sangat menguasainya. Stelah melewati serangkaian tes, maka gw pesismis diterima. Eh, ga taunya waktu pengumuman, nama gw ada... Haha...
First step yang kami lakukan bersama rekan-rekan yang lain adalah menyusun modul praktikum dan menyusun sistem pengajaran dan penilaian... Saya ga mau gagal dalam membimbing angkatan yang baru ini... This is my responsibility to teach them everything I know.. Saya ingin kesan "perpeloncoan" dalam praktikum dihilangkan...
Kini hampir sebulan sudah saya melaksanakan tugas saya. Banyak hal yang perlu kami evaluasi. Gw dan Duan sering kumpul bareng ngobrolin tentang praktikum ini. Ada beberapa hal yang saya tangkap dari praktikum yang sudah berjalan ini.
Permasalahan yang pertama adalah, mereka masih terbawa kebiasaan SMA. Santai-santai dan bermalas-malasan. Sehingga sewaktu ditekan habis-habisan, mereka kaget dan ga siap. Kalau boleh berandai-andai, seandainya saya kepala prodi, seharusnya pada semester awal, jangan langsung diberi "makanan keras". Bri saja mereka pelajaran agama, matematika, fisika dan lain-lain yang masih ada kaitannya dengan materi yang mereka terima di SMA, sehingga mereka ada waktu buat penyesuaian.
Kemudian hubungan antara asisten dan praktikan.. Dalam pandangan gw, telah terjadi pergeseran nilai-nilai peran dari asisten itu sendiri. Menurut gw, tugas dasar dari asisten adalah membantu praktikan dalam memahami materi yang telah disampaikan oleh dosen dengan cara praktikum. Artinya tidak ada hak dari seorang asisten untuk bertindak arogan dan memperberat praktikan dalam praktikum. Inilah yang pada pandangan gw terjadi penyimpangan. Dari beberapa kali praktikum yang telah gw lewati ada beberapa oknum asisten yang bertindak menyimpang, bahkan melampaui dosen. Mereka menyalahgunakan jabatannya sebagai asisten untuk kepentingannya sendiri. Ada yang punya niat manfaatain praktikan buat ngerjain tugasnya lah, atau niat buat ngejadiin praktikan pacarnya lah... Humph, es ist mir nicht... Be professional. Niat ini yang perlu dliluruskan. Harus diingat bahwa yang seharusnya dilakukan adalah membantu, untuk memberi semangat dalam menempuh kuliah, bukan malah menjatuhkan mental.
Beberapa kali praktikan yang saya tangani mengalami masalah di atas dan saya mencoba mencari solusinya. For example, pada saat praktikan tidak acc 100%. Saya menghindari bertindak kekanak-kanakkan dengan sok merajuk di depan mereka lalu membuang laporan mereka ke lantai, atau menendang meja dan berbicara keras. Tapi yang saya lakukan adalah mengajak mereka berbicara empat mata di luar praktikum, mencari tahu apa permasalahannya, dan jalan keluar yang mereka inginkan. Gw coba memposisikan diri gw sebagai teman mereka, sejajar dan sama, bukan lebih tinggi dan arogan. And it's work. Hanya pada awal praktikum laporan mereka kacau. Tapi setelah praktikum berjalan beberapa minggu, harus kuakui laporan mereka bagus, bahkan lebih bagus dari punyaku.
Mendoktrin angkatan yang baru ini bahwa, "kalian enak-enak sekarang de, coba angkatan kami dulu begini bla bla bla bla" juga bukan tindakan yang tepat. Kata-kata, "udah enak, masih aja ga beres laporannya, mau dipersulitkah?" bukan lah kata-kata yang bijak dikeluarkan saat laporan praktikan belum beres. Seharusnya tugas asisten memberitahu dimana letak kesalahan praktikan dan memperbaikinya. Kalau asisten berharap praktikan ga salah, berati hapuskan aja praktikum. Buat apa praktikum.. Kan wajar ada kesalahan dalam laporan, namanya juga belajar..
Last, masalah disiplin. Asisten selalu menekankan bahwa laporan praktikum harus diselesaikan tepat pada waktunya. Kalau laporan udah ga acc pada waktunya maka "mana kedisplinan kalian". Bisakah kedisplinan dilatih dari laporan praktikum? Disiplin itu muncul dari diri sendiri. Ga bisa dipaksa. Beberapa oknum mantan asisten saya dulu bahkan tidak bisa memberi contoh disiplin itu sendiri. Saya melihat ada oknum asisten yang hampir selalu telat masuk kuliah. So, mana sikap kedisplinan yang yang dahulu disebut-sebutnya itu? Apakah cuma omong kosong?
Saya kira curcol saya diatas cukup mewakili apa yang ada dikepala saya saat ini. Evaluasi ini diperlukan untuk mengambil tindakan, sebelum mid akhir Oktober atau awal November nanti. Saya berharap ada kakak angkatan yang membaca postingan ini dan mau mempertimbangkan apa yang saya tulis ini. Jadilah orang yang mau menerima kritik orang lain.
Akhir kata, aturan yang udah gw modif dikit:
1. Asisten ga selalu benar, asisten bukan Tuhan
2. Jika asisten salah tolong dingatkan kesalahannya, agar bisa diperbaiki di masa depan
Selamat berjuang angkatan 2011, mohon kerjasamanya...
Ttd,
Asisten Kristalografi dan Mineralogi^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan tinggalkan komentar...Bisa dikomentari pake account Wordpress, LiveJournal. Kalau ga ada dua-duanya ya pake Nama/URL. Isi nama, kalau URL nya isi sembarang aja. Bisa juga pake anonymous... thank's for visit...^^