Jumat, 20 Januari 2012

Untuk apa kita terjatuh?

Beberapa hari ini, kepala saya terasa berat sekali... Bukan karena baru pulih dari sakit saya beberapa hari yang lalu, tetapi juga karena beban pikiran. Yah beberapa malam ini saya nyaris ga bisa tidur cepat. Nilai kuliah yang kelihatannya akan memburuk, dan permasalahan lain di luar kuliah membuat saya susah memejamkan mata.

Baru-baru ini saya baru saja menyelesaikan ujian saya. Walaupun belum semua nilaiyang keluar, tapi kecil kemungkinan IP akan mencapai angka 3. 2,5 pun sudah syukur rasanya. Ini benar-benar diluar dugaan. Mata kuliah yang seharusnya enteng, aku malah cuma dapat nilai C. Padahal aku beljar untuk mata kuliah itu. Teman-teman yang nyontek malah dapat B. Nilai kuliah semester ini sangat krusial, beberapa mata kuliah menentukan untuk bisa atau tidaknya kerja praktek. Belum lagi mata kuliah yang lain, yang udah keluar nilainya dan aku dapat nilai rendah. Oh My God!
Dahulu, rencanaku saat kuliah adalah mendapatkan IP 3 tiap semester, lalu lulus dalam waktu 4 tahun. Kini hampir mustahil dengan nilaiku yanng sekarang. Jadi ngerasa sia-sia kuliah. Padahal selama kuliah, aku ga pernah kurang sesuatu apapun, baik ukungan moral maupun finansial dari kedua orang tuaku. Hal inilah yang membuatku stress belakangan ini. Nilai jelek = ip buruk = lambat lulus = lambat kerja = miskin. Aku merancang segala sesuatunya sempurna, dan kalau sesuatu itu ga berjalan sesuai dengan rencanaku, maka aku sering kepikiran sekali. Iri rasanya dengan teman-teman yang dapat nilai buruk, tapi tetap bahagia. Kalau aku ga bisa.
Dan puncaknya tadi siang. Aku keluyuran ga tau arah. Kemana aja yang penting bisa ngehilangin stress. Aku langsung ngantar motor ke tempat pencucian. Sementara menunggu motorku dicuci, aku ngeliat anak-anak kecil main bola. Wah enaknya mereka, pikirku, ga mikirin nilai kuliah, ga perlu belajar. Ngeliat mereka, aku jadi ingai masa kecil. Waktu seumuran mereka, aku juga suka main bola. Ingin ikut main, tapi malu. Badan dah kaya om-om malah ikut anak SD.Ada satu hal yang kuperhatikan, yaitu anak-anak itu mungkin jatuh saat mengejar bola, tapi mereka tetap bangun lagi. Ga jera-jera pikirku. Lalu aku pergi ke tempat temanku, juga buat ngehilangin stress sekaligus curhat lah... Dari tempat teman, aku ga langsung pulang, tapi hanya duduk dipinggir jalan. Aku telepon ibuku, dan dia bilang, "Pulang, mandi air hangat, minum teh dan berdoa. Coba lagi semester depan." Setelah mandi, aku sempatkan buat duduk didepan kos unuk merenung. Memang, terkadang kombinasi mandi dan air teh bisa mengubah pikiran yang kacau menjadi tenang. Aku coba berpikir merenungkan keadaanku yang sekarang. Waktu kebayang anak SD yang main bola tadi sore, aku jadi ingat kutipan di film Batman, waktu Alfred nyemangatin si Bruce. "Untuk apa kita jatuh Tuan? Untuk bisa belajar berdiri lagi." Kalimat yang indah. Ini langsung membuatku jadi semangat lagi. Terkadang rencana kita tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita. Kita gagal. Lalu kita tidak mau mencoba. Itu yang terjadi di semester ini denganku. Aku ngerasa sia-sia belajar buat ujian, sedangkan ada orang lain yang bisa dapat nilai baik dengan bersantai-santai. Lalu aku marah. Aku ga bersemangat lagi buat semester berikutnya. Tapi satu hal sekarang, apapun nilaiku semester ini. aku tetap akan berusaha keras di semester depan. Aku akan bangun lagi. Sama seprti anak yang tetap bangun walaupun dia terjatuh. Karena itu mama, anakmu ini akan mencoba lagi di semester berikutnya, as your wish!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar...Bisa dikomentari pake account Wordpress, LiveJournal. Kalau ga ada dua-duanya ya pake Nama/URL. Isi nama, kalau URL nya isi sembarang aja. Bisa juga pake anonymous... thank's for visit...^^