Hari ini, pagi tadi, saya pergi ke gereja. Seperti biasanya, saya duduk di deretan bangku belakang. Kalau yang muda-muda biasanya duduk di barisan paling depan. Tapi karena saya ga kenal ama satu pun orang di gereja ini, ya udah.Duduk di belakang aja bareng bapak-bapak. Padahal udah 2 tahun ikut ibadah di sini, tapi ga kenal orang satu pun, aneh kan?! Itu karena saya bukan tipe orang yang suka ngobrol lama-lama atau berbasa-basi.
Nah, tiba-tiba ada cewe duduk di samping bangku saya, berkacamata, cantik sih kalau menurut saya. Tumben ada yang mau duduk di deretan bangku "veteran" ini. Selama ini, satu-satunya anak muda yang duduk di deretan sini paling sering yang gue. Hehe. Habis mosok mau gabung ama ABG-ABG yang di depan. Ga kenal lagi gue. Ntar dikira SKSD lagi. Otomatis mata saya tertuju ke tuh cewe. Waktu lagi ngliatin tuh cewe, datang lagi cewe yang lain, pake kacamata juga. Mirip lagi. Wiw... Tipe gue banget. Tapi cuma sesaat perhatian aku ke dua cewek tuh, setelah itu ya fokus ke mimbar lagi.
Waktu lagi pembacaan Alkitab, saya ga konsentrasi. Habisnya si mbak yang pertama datang tadi ngelirik saya mulu. Saya kan malu. Jadi berpikir, "Jangan-jangan di muka saya ada nempel sesuatu. Jangan-jangan ada noda. Jangan-jangan ada kurap, panu." Wheheheh. Rasanya pengen bilang ke tuh cewe, "Eh, jangan liat muka saya donk. Mending kamu liat muka bapak yang di sebelah saya atau mending liat semut di dinding." Whihihihi.
Ntah lah. Dari dulu saya suka cewek berkacamata. Sampai-sampai kata si Pebri, aku ini penyuka segala spesies berkacamata. Kambing berkacamata, monyet berkacamat, sapi berkacamata. Pokoknya segala sesuatu, asal betina dan berkacamata kata si Pebri, pasti aku naksir. Bisa aja si Pebri. whihihi. Tapi benar, saya sangat terobsesi dengan cewek berkacamata. Tapi saya lupa sejak kapan. Waktu di ingat-ingat, semua itu dimulai ketika saya SMP. Cerita ah....
Waktu SMP, saya masuk kelas unggulan, walaupun sebenarnya saya lebih pantas masuk kelas "bungulan" (bhs Banjar:bodoh). Waktu itu guru kami, Mam Lely, kalau ga salah namanya, sedang pergi ke Jepang (juga kalau ga salah, lupa sih). Jadinya ada guru pengganti. Namanya Miss Catherine. Pertama kali ngeliat guru ini, imut banget. Orang berkulit putih, berkacamata, rambut sebahu yang indah. Masa sih dia guru? Lebih pantas adikku. Tampangnya imutttttttttttttttttttttttttt bangetzzzzzzzzzz!
Waktu itu Miss Cattie (panggilan sayang gue untuk miss^^) bikin drama di kelas. Ada yang jadi pembaca berita, terus juga ada yang jadi iklannya. Terus selama seminggu, saya nanyain konsepnya ke miss Cattie. Selama seminggu frekuensi ketemunya jadi lebih sering. Yang ku ingat, aku sekelompok dengan Pebri, Willy, Deden, dan Ario. Suatu waktu, waktu mau nanyain masalah itu, aku datang ke Miss nya di kelas 3-2. Waktu depan pintu, ga taunya Miss nya keluar, jadinya mau ketabrak... muka saya hampir saja menabrak muka Miss nya. Tapi refleks saya menghindar. Sialan! Kalau tau mau nabrak Miss, mendingan saya pasrah saja. Ga perlu pake gerak refleks segala. Ini lah yang menjadi penyesalan seumur hidup saya. Huahuahua. T.T.. Tapi sejak saat itu, saya jadi suka sama Miss. Aku bilang ke Willy, "Will, aku suka dengan Miss Catherine." Pokoknya semangat ikut pelajaran bahasa Inggris. Harus saya akui, peran Miss Catherine sangat besar sehingga membuat saya menjadi fasih berbahasa Inggris.
Tiap Miss nya ngajar, saya perhatikan betul-betul. Tiap kali Miss nya nanya saya berusaha jawab.
"Ada yang bisa tuliskan kalimat pasif nya?"
"Saya Miss"
"Ada yang mau nuliskan bentuk lampaunya?" "
"Saya Miss"
"Ada yang mau berikan contoh kalimatnya?"
"Saya Miss"
"Ada yang mau jawab 150 soal ini?
"si Willy, Miss"
Waktu drama yang kata gue tadi, gue sangat semangat sekali. Malam-malam gue ke toko majalah buat cari berita di Jakarta Post. Terus anggota kelompoknya gue kumpulin di bawah pohon sawo dekat WC buat ngehapal. Katanya kalau ngehapal dekat WC cepat ingatnya. Ini mungkin karena aroma terapinya ya? Waktu hari H, gue paksa teman gue buat ngehapal. Pokoknya harus tampil sempurna di hadapan Miss. Pertamanya si Deden. Lancar aja ini anak. Plus ekspresinya yang keren. Terus si Ario dengan muka anehnya. Lalu giliran Gue. Gugup waktu baca, tapi akhirnya bisa lancar. Tumben nih. Biasanya gue gagap kalau ngomong di depan orang banyak. Trus Miss nya bilang, "Good. Almost perfect." Senangnya hatiku. HEAHAHAHA. Lalu pebri dengan gayanya yang Cool. Yang terakhir si Willy. Eh, ini anak mulai ga lancar baca nya. Sialan si Willy. Padahal momentnya dah dapat. Ayo Willy! Sampai keringatan nih anak. Ngeliat si Willy yang panik, Miss nya bilang, "Santai aja." Setelah bilang gitu, Miss beri tisu ke Willy buat ngelap keringatnya yang mungkin bisa mencukupi kebutuhan air rakyat Somalia.. Sh*t! Harusnya saya yang di beri tisu. Kalau tau tadi mending saya bacanya satu-satu sambil ngeja keras-keras sambil lari-lari biar keringatan trus dapat perhatian dari Miss nya trus di kasih tisu ama Miss nya terus kawin ama Miss nya. Impian yang hampir 93 % ga mungkin terwujud.
Setelah selesai drama si Willy ngeledekin. "Teguh, ini tisu dari Miss. WEEEEE!" Sialan kau Willy Fernando Togatorup, tega-teganya kau menusuk dari belakang, menggunting dalam lipatan, memancing di air keruh, air susu di balas air Fanta, eh tuba.. Huh, dasar si Willy. hehehehe.
Trus adalagi suatu waktu, Missnya pinjam bukuku untuk coret-coret. Tapi aku lupa apa.. Terus Miss nya ke wc. Terus coret-coret lagi. Nah, waktu terus dikembalikannya bukuku. Ternyata sampulnya rusak gara-gara tangan Miss dari WC tadi masih basah. Missnya bilang dengan manisnya, "Aduh Teguh... Maaf ya bukunya.... Rusak deh jadinya." Hehe, ga apa-apa miss, dalam hati saya, jangankan buku, kalau Miss mau pinjam celana dalam saya juga boleh, Hihihihi.
Suatu hari waktu lagi ngobrol sama Willy
"Will, kalau aku bilang suka ke Miss nya boleh ga?"
"Gila km. Itu guru."
"Oh, ga apa-apa. Siapa tahu mau Miss nya."
"Kalo ditolak?'
"Aku perkosa Miss nya, lalu Miss nya hamil, minta pertanggung jawabanku, lalu kami menikah dan hidup bahagia selamanya. Whahahahahha..." (Mesum mode : on )
Akhirnya impianku ga pernah terwujud. Miss Catherine cuma sekitar satu atau dua bulan ngajar kami. Setelah itu Mam Lely datang dan Miss Catherine nya pergi entah kemana. Miss, i still loving you. Huhuhuhuhuhu... Setelah Miss nya pindah, masa SMPku seakan-akan suram. Bunga-bunga layu, daun pohon sawo berguguran, sampah-sampah berserakan. Jadi ga pengen ngapa-ngapain. Mau nya cepat-cepat lulus aja.. Rasa-rasanya hambar...
Weeeeelll, pokoknya banyak deh cerita lucu tentang Miss Catherine ini. Pokoknya saya suka segala sesuatu yang ada "Catherine" nya. Saya suka main game "Catherine", punya email namanya "Catherine", account di frindster namanya "Catherineholic", anjing gue namanya Catherine (alias Bonny). Pokoknya semua nya ingat Miss Catherine.
Mau makan ingat Catherine, mau bobo ingat Catherine. Mau kencing, ingat Catherine. Mau buang sampah ingat Catherine. Mau muntah, ingat Catherine.
Miss, dimanapun kau berada, you're always (or sometimes?) on my mind....
Note: sambil nulis ini, saya ketawa sambil senyum-senyum sendiri. Ingat masa lalu... ingat masa SMP dan teman-temanku.... halo teman-teman SMP ku.... nanti aku akan nulis tentang masa SMP, dan kalau bisa, masa SMA juga...
Wee.. sudah bisa ni komennya...
BalasHapushaha mantap guh
BalasHapuskeren
asli ngakak
sering2 aja bikin
, tp kenapa muka ku aneh zzz
ario