Selama kuliah di Unlam, kami mahasiswa tetap tidak kehilangan kreativitas di bidang humor. Berikut kata-kata yang telah kami hasilkan, semoga bermanfaat.
1. Menghambali, (kata kerja, dapat pula menjadi kata sifat. Artinya : makan mie. Diciptakan oleh Bapak Albert. Terinspirasi dari kebiasaan Hambali yang menggunakan mie sebagai makan pokok pengganti nasi selama semester satu. Contoh: "Menghambali dulu" = "Makan mie dulu"
2. Gindang di mata sahabat. (kalimat konotasi), Artinya : meninggal. Diciptakan oleh saya. Terinspirasi ketika acara "Adjie Massaid di mata sahabat" di TVOne. Contoh: "Hati-hati Gindang, kalau pulang. Jangan ngebut, nanti bisa Gindang di mata sahabat" = "Hati-hati Gindang, kalau pulang. Jangan ngebut, nanti bisa meninggal"
3. Puna metu (idiom). Artinya : memang cakep. Diciptakan oleh saya. Kata serapan dari bahasa Jepang. Kata ini masih ambigu. Bisa berarti memang cakep atau bisa berarti memang binatang. Contoh: "Astaga Bert, jatah makanku di Mas Eko km ambil juga, puna metu juga kamu ini" = "Astaga Bert, jatah makanku di Mas Eko km ambil juga, dasar cakep juga kamu ini"
4. Telah berpulang (idiom). Artinya : pulang kampung. Diciptakan oleh Bapak Albert. Contoh: "Rest in hell, telah berpulang ke rumah bapaknya di Palangka Raya, saudara kekasih kita Gindang Rain Pratama" = "Telah pulang kampung ke rumah bapaknya di Palangka Raya, saudara kita Gindang Rain Pratama"
wkwkwk, xD ngakak dolo lah kan.
BalasHapuswkwkkw..bisa banar.. hahahah
BalasHapusWkwkwkw, kasihan, Gindang.. kada tahu menahu...
BalasHapus