Sabtu, 16 Oktober 2010

KENAPA INDONESIA GA PERNAH MAJU?

"Malu aku jadi orang Indonesia". Sepertinya ungakapan salah satu penyair Indonesia, Taufik Ismail itu sangat pas untuk menggambarkan perasaan saya saat ini. Malu saya jadi warga negara Indonesia!
Sering waktu ngobrol dengan teman, kalau nemuin atau ngeliat sesuatu yang ga baik, pasti bilang, "biasalah, kan orang Indonesia..." Nah, ada apa dengan Indonesia? Mengambil initisari dari pembicaraan saya dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu, ada beberapa hal yang orang Indonesia kalah dari orang luar negeri, yaitu masalah disiplin waktu, kepedulian, pola pikir, dan lain-lain. Oke deh, kalau gitu kita kupas satu persatu tentang kebodohan orang Indonesia.

First, masalah disiplin waktu. Orang bule bilang time is monkey, eh money, itu merupakan ungkapan betapa mereka sangat menghargai waktu... Ada perbedaan cara pandang antara manusia di benua lain dengan spesies manusia di Indonesia... Saya dulu pernah ikut les dengan seorang guru bahasa Inggris, namanya William. Les kami dimulai setiap jam 3 sore. Pernah suatu hari saya telat 5 menit, trus beliau bilang, "Hei, why do you late?" Trus saya bilang, "I'm late? It's three o'clock Sir, uhm, I mean five minutes past three o'clock." Trus dia bilang, " I'm sorry, it's too late, come again next week." Gila, padahal aku cuma telat lima menit.
Bandingkan waktu bikin janji dengan teman gue, gue suruh datang ngantar buku, dia cuma bilang, "Ya, ntar jam 4 lewat aku datang." Eh, emang benar sih dia datang jam 4 lewat, tapi lewatnya kebangetan. Masa sampai lewat dua jam... Coba liat orang luar, kalau lagi naik kendaraan umum, mereka ngisi waktu sambil membaca buku. Kalau orang Indo? Kalau ga tidur, ya kadang juga memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan membaca (majalah porno maksudnya).

Yang kedua, mengenai pola pikir. Orang luar, berpikir maju untuk kepentingannya. Mereka ninggalin gengsi mereka, untuk maju. Contoh paling konkret adalah masalah kendaraan. Kalau di luar, walaupun pake pakaian kantoran yang rapi, mereka cuma jalan kaki atau naik bis. Ga ada istilah gengsi-gengsian.
Kalau di Indo, anak SMP mah, kaga mau ke sekolah kalau ga naik motor. Malu (katanya)... ga tau kalau bapak dan ibunya kerja keras banting tulang.

Trus yang ketiga, adalah masalah kepedulian... Kita bisa melihat betapa tanggapnya bangsa asing terhadap bencana ataupun musibah. Mereka akan mengirimkan bantuan dalam hitungan hari. Kalau orang Indo, ngeliat orang kebanjiran di TV, akan bilang, "Kasian (sambil mengunyah permen dan kaki diangkat sambil ngerokok), eh, ganti chanelnya donk. Madrid mau main tuh."
Note: Setelah menulis artikel ini, penulis berencana mengganti kewarganegaraannya menjadi Timor Leste karena takut dianggap pengkhianat negara.

1 komentar:

  1. bener juga gan yang lhu smapein tuh,,,,, sampai kapan za kita inih kaea gini?

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar...Bisa dikomentari pake account Wordpress, LiveJournal. Kalau ga ada dua-duanya ya pake Nama/URL. Isi nama, kalau URL nya isi sembarang aja. Bisa juga pake anonymous... thank's for visit...^^