Kamis, 10 Maret 2011

Kisah yang menyentuh hati, surat yang mengubah dunia



Samantha Reed Smith adalah gadis sekolahan berumur 10 tahun yang terkenal pada era Cold War. Samantha terkenal ketika ia menulis surat pada pemimpin Soviet Yuri Andropov. Kisah ini menggambarkan Cold War dari sisi seorang anak kecil.
Ketika Yuri Andropov menggantikan Leonid Brezhnev, semua media barat menampilkan banyak berita dan headline yang memiliki tendensi negatif terhadap pemimpin baru Soviet ini. Bukan hal yang mengherankan mengingat sosok Yuri Andropov adalah mantan dubes Soviet di Hungaria pada 1956 Hungarian Revolution yang berdarah dan effort-nya dalam semakin memperkuat KGB (Dinas intelijen Soviet, setara CIA).
Pada era ini, Soviet dan US bersaing dalam space race dan didalamnya dimulai usaha untuk membentuk senjata yang sanggup dibawa ke luar angkasa. Perlombaan semakin menggila seiring dengan protes keras atas senjata nuklir yang membuat segala situasi terombang-ambing dan umat manusia berada di ambang kehancuran nuklir.
Sebagai respons dari pemasangan SS-20 oleh Soviet, Reagan memindahkan Battle Cruise dan Pershing II ke Eropa untuk menjawab tantangan Soviet. Dan ditengah semua konflik ini, Soviet sedang memasuki tahun ketiga dalam perangnya di Afghanistan. Saat itu, dunia dicekam ketakutan akibat persaingan Amerika dan Uni Sovyet. Setiap hari adalah mimpi buruk, dan perang mungkin saja terjadi besok.
THE LETTERS
Samantha menggambarkan kecemasannya dari sudut pandang anak kecil dengan mengirimkan surat ke Yuri Andropov bertuliskan berikut,


Dear Mr. Andropov,

My name is Samantha Smith. I am ten years old. Congratulations on your new job. I have been worrying about Russia and the United States getting into a nuclear war. Are you going to vote to have a war or not? If you aren't please tell me how you are going to help to not have a war. This question you do not have to answer, but I would like to know why you want to conquer the world or at least our country. God made the world for us to live together in peace and not to fight.

Sincerely,
Samantha Smith
Secara mengagetkan Soviet memasang surat ini di surat kabar Pravda. Samantha merasa senang dengan ini, namun lebih mengejutkan lagi, 2 bulan kemudian, Yuri mengirim surat balasan yang berisi berikut


Dear Samantha,

I received your letter, which is like many others that have reached me recently from your country and from other countries around the world.

It seems to me – I can tell by your letter – that you are a courageous and honest girl, resembling Becky, the friend of Tom Sawyer in the famous book of your compatriot Mark Twain. This book is well known and loved in our country by all boys and girls.

You write that you are anxious about whether there will be a nuclear war between our two countries. And you ask are we doing anything so that war will not break out.

Your question is the most important of those that every thinking man can pose. I will reply to you seriously and honestly.

Yes, Samantha, we in the Soviet Union are trying to do everything so that there will not be war on Earth. This is what every Soviet man wants. This is what the great founder of our state, Vladimir Lenin, taught us.

Soviet people well know what a terrible thing war is. Forty-two years ago, Nazi Germany, which strove for supremacy over the whole world, attacked our country, burned and destroyed many thousands of our towns and villages, killed millions of Soviet men, women and children.

In that war, which ended with our victory, we were in alliance with the United States: together we fought for the liberation of many people from the Nazi invaders. I hope that you know about this from your history lessons in school. And today we want very much to live in peace, to trade and cooperate with all our neighbors on this earth—with those far away and those near by. And certainly with such a great country as the United States of America.

In America and in our country there are nuclear weapons—terrible weapons that can kill millions of people in an instant. But we do not want them to be ever used. That's precisely why the Soviet Union solemnly declared throughout the entire world that never—never—will it use nuclear weapons first against any country. In general we propose to discontinue further production of them and to proceed to the abolition of all the stockpiles on Earth.

It seems to me that this is a sufficient answer to your second question: 'Why do you want to wage war against the whole world or at least the United States?' We want nothing of the kind. No one in our country– neither workers, peasants, writers nor doctors, neither grown-ups nor children, nor members of the government–want either a big or 'little' war.

We want peace—there is something that we are occupied with: growing wheat, building and inventing, writing books and flying into space. We want peace for ourselves and for all peoples of the planet. For our children and for you, Samantha.

I invite you, if your parents will let you, to come to our country, the best time being this summer. You will find out about our country, meet with your contemporaries, visit an international children's camp – 'Artek' – on the sea. And see for yourself: in the Soviet Union, everyone is for peace and friendship among peoples.

Thank you for your letter. I wish you all the best in your young life.

Y. Andropov
Samantha dengan segera menjadi selebriti di US, banyak media dan talkshow berlomba untuk mendapatkan berita dari dirinya. Smith bahkan menerima telepon dari Valentina Tereshkova, kosmonaut Soviet wanita pertama.
JOURNEY TO SOVIET
Andropov mengundang Yuri untuk datang ke Soviet untuk menghadiri kamp pramuka Soviet. Walaupun memperoleh beberapa tentangan dari beberapa instansi di US, Samantha tetap datang untuk memenuhi panggilan dari Soviet dan mengikuti acara tersebut. Samantha menolak tempat khusus yang diberikan oleh Andropov dan bergabung dengan pramuka-pramuka Soviet lain. Andropov, karena sedang sakit berat, tidak dapat menghadiri kehadirannya
Smith terpesona dengan kebaikan teman-teman dan orang-orang Soviet disekitarnya. Demi kenyamanan Smith, anak-anak dan guru-guru yang fasih berbahasa inggris ditempatkan di sekitarnya untuk bercengkrama dengan Smith.
Surat kabar US dan Soviet berlomba untuk mempublikasikan dirinya.


Smith mengaku merasa bahagia dan menjadi bocah pertama yang memperoleh sambutan sedemikian rupa di negara nomor satu US waktu itu. Ia belajar menari, berenang bersama, belajar bahasa Russia, berjalan-jalan dan berteman dengan teman2nya
Ketika ia kembali ke US, ia menerima sambutan karpet merah, bunga dan limousine. Ia menulis buku tentang perjalannnya dan ia menjadi Goodwill Ambassador atau Duta Besar Perdamaian. Ia menjadi duta besar termuda US dan mengalami perjalanan ke Jepang untuk menemui PM Yasuhiro Nakasone dan berteman dengan anak Soviet Katya Lycheva yang dikirim dari Soviet untuk menikmati perjalanan seperti Smith di US
Smith dengan segera menjadi tenar, mendapatkan show nya di Disney Channel dan dengan segera menjadi artis cilik.
DEATH
Smith meninggal dalam kecelakaan pesawat. Sempat banyak beredar isu miring kalau ini adalah suatu kesengajaan, namun dengan segera mereda dengan beriringnya waktu.
Hubungan US dan Soviet menjadi membaik untuk beberapa saat karena jasa bocah ini. Ribuan orang termasuk Robert Wagner dan Vladimir Kulagin dari kedubes Soviet datang ke pemakamannya dan menyampaikan belasungkawa dari Mikhail Gorbachev sendiri. Presiden Reagan menyampaikan belasungkawanya secara pribadi pada ibunda Smith

Quote:
"Perhaps you can take some measure of comfort in the knowledge that millions of Americans, indeed millions of people, share the burdens of your grief. They also will cherish and remember Samantha, her smile, her idealism and unaffected sweetness of spirit."
LEGACY
Soviet menghormati Samantha Smith dan membangun monumen di Moscow dengan nama "Samantha Smith Alley" di tempat ia melakukan pramuka dulu. Sebuah kota di Russia, Voronezh membangun monumen untuknya, astronomer Lyudmila Chernykh memberi nama asteroid yang baru ditemuinya dengan nama 3147 Samantha, Perangko diterbitkan dengan gambarnya di Soviet
Seorang komposer Denmark menulis concerto "Remembering Child" atas memorinya. Patung dirinya didirikan di Maine, kampung halamannya dan sebuah sekolah di New York dinamakan atas namanya dan sebuah institut didrikan dengan nama Samantha Smith Foundation untuk melakukan exchange student antara US-Soviet, menambah hubungan baik US-Soviet.
Itulah, hanya sepucuk surat dan akan mengubah dunia sepenuhnya. Kita semua tahu bagaimana persaingan AS dan Sovyet pada masa itu. Keduanya bak kucing dan anjing. Tapi sepucuk surat dari seorang anak biasa kepada seorang presiden negara adidaya, mampu meluluhkan hati siapapun.
Dikutip dari kask.us, dengan perubahan seperlunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar...Bisa dikomentari pake account Wordpress, LiveJournal. Kalau ga ada dua-duanya ya pake Nama/URL. Isi nama, kalau URL nya isi sembarang aja. Bisa juga pake anonymous... thank's for visit...^^